Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan

Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan

Miom merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita. Pasalnya, penyakit ini sangat mengganggu dan memiliki risiko yang cukup serius, apalagi jika terjadi pada wanita hamil. Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan. Seperti apakah bahaya dan dampak yang ditimbulkan miom pada kehamilan? Mari Kita simak pembahasannya berikut ini !

Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan

Miom adalah adalah tumor jinak (non-kanker) yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim. Miom secara medis dikenal sebagai leiomioma dan merupakan tumor pada otot polos, jaringan yang biasanya membentuk dinding rahim. Miom adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 20% wanita subur. Pada kebanyakan kasus, miom bersifat jinak. Miom yang berkembang menjadi ganas muncul sekitar 0,5%. Sekitar 30% wanita dengan miom memiliki gejala dan keluhan, sedangkan sebagian wanita lainnya dengan miom tidak memiliki gejala atau lebih tepatnya tidak merasakan gejala secara jelas, karena sebenarnya miom tersebut menimbulkan gejala namun masih samar-samar.

Baca Juga : Buncis Dapat Menghancurkan Miom, Benarkah?

Pada kebanyakan kasus, miom lebih sering ditemukan pada wanita di usia subur. Miom juga sering ditemukan pada wanita yang tengah hamil. Meskipun miom merupakan tumor jinak, namun miom juga tidak bisa dianggap sepele, karena selain kehadirannya sangat mengganggu, miom juga bisa berisiko buruk terhadap pasiennya. Miom yang terjadi pada kehamilan misalnya, berisiko keguguran jika segera ditangani dengan baik. Sementara miom yang terjadi pada wanita di luar kehamilan bisa menyebabkan pasiennya sulit hamil.

Kenapa miom bisa menyebabkan keguguran pada ibu hamil?

Pada kehamilan, miom memang sangat berisiko menyebabkan keguguran. Hal itu terjadi karena saat miom membesar ukurannya, miom tersebut bisa mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan baik pada dinding rahim, dan miom tersebut akan mendesak janin sampai menyebabkan keguguran.

Jika Anda menderita miom pada kehamilan, konsultasikan pada dokter untuk mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, apakah kehamilan berlanjut dengan miom, atau miom diangkat agar tidak lagi mengganggu kehamilan yang berisiko keguguran. Tentu tidak semua miom pada kehamilan akan menyebabkan keguguran. Hanya saja, untuk mengantisipasi dampak buruk dari penyakit miom pada kehamilan, tentu alangkah lebih baiknya miom segera ditangani sebelum ukurannya membesar dan mengancam janin dalam kandungan.

Baca Juga : Manfaat Daun Binahong Untuk Menghancurkan Miom

Selain berisiko menyebabkan keguguran, miom pada kehamilan juga berisiko menyebabkan dampak buruk lainnya bagi ibu hamil maupun janinnya, diantaranya :

  • Pendarahan
  • Persalinan prematur
  • Kelainan letak plasenta
  • Kelainan letak janin
  • Terhalangnya jalan lahir
  • Lemahnya kontraksi rahim saat proses persalinan normal
  • Perdarahan setelah proses persalinan normal
  • Gangguan pelepasan plasenta janin saat persalinan normal
  • Kematian pada janin

Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan. Dengan berbagai risiko berbahaya dan dampak yang ditimbulkan penyakit miom pada kehamilan, tentu hal itu menjadi sangat serius. Miom memang harus segera mendapatkan penanganan, meski pada dasarnya miom hanyalah tumor jinak.

Baca Juga : Makanan Yang Bagus Untuk Miom

Apa yang sebaiknya dilakukan penderita miom?

  • Membatasi konsumsi daging merah kurang dari 3x dalam seminggu. Sebagai gantinya, konsumsilah daging putih, seperti ikan atau ayam.
  • Konsumsi kacang-kacangan dan hasil olahnya (tahu dan tempe), karena didalamnya ditemukan zat antioksidan dalam bentuk isofalvon.
  • Konsumsi beragam sayur, buah, sereal, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Makanan ini merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral, serta kaya sumber antioksidan.
  • Meningkatkan asupan serat makanan hingga 25-35 gram/hari. Gunakan makanan tinggi serat larut air seperti: agar-agar, rumput laut, kolang-kaling dan cincau, sebagai camilan.
  • Pilih cara memasak yang sedikit menggunakan minyak, seperti: menumis, merebus, menanak dan memepes.
  • Mengurangi konsumsi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang banyak terdapat dalam mentega, susu full cream, makanan gorengan, dan daging merah.
  • Cukup minum air putih, hindari alkohol dan soft drink, batasi gula dan garam. Jika ingin yang manis sebaiknya pilih madu, gula aren, atau gula kelapa.
  • Hindari pemanis buatan.
  • Hindari makanan kalengan, makanan yang diawetkan atau mengandung bahan pengawet.
  • Hindari mengonsumsi garam meja yang mengandung pemutih dan bahan kimia.
  • Hindari susu sapi dan hasil olahannya. Susu sapi membuat tubuh memproduksi mucous (makanan kanker). Jadi, sebaiknya gunakan susu kedelai tanpa pemanis.
  • Hindari makanan yang dipanaskan dengan microwave, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi.
  • Sering konsumsi makanan yang mengandung Fitokimia, yang merupakan bahan yang berkhasiat untuk menetralkan radikal bebas. Makanan sumber fitokimia antara lain : bawang merah, bawang putih, teh hijau, susu kedelai, beras kencur, kunir, dll.

Demikian pembahasan mengenai “Waspadai Bahaya dan Dampak Miom Pada Kehamilan”. Jika Anda butuh solusi untuk menyembuhkan penyakit miom, pilihlah JELLY GAMAT GOLD G obat penghancur miom yang sudah terbukti khasiatnya, efektif dan aman mengobati miom tanpa operasi dan tanpa efek samping yang membahayakan.

Baca Juga : Lari Pagi Dapat Mengatasi Perut Buncit, Benarkah?

Posted by : Admin OBAT PENGHANCUR MIOM

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *