Apakah Miom Bisa Terjadi Pada Anak?

Apakah Miom Bisa Terjadi Pada Anak?

Mungkin Anda belum mengenal betul apa itu penyakit miom. Satu pertanyaan pun mungkin keluar dari mulut Anda, Apakah Miom Bisa Terjadi Pada Anak? Jika Anda memang belum mengenal betul seperti apa penyakit miom itu, dan apakah penyakit miom bisa menyerang siapa saja termasuk anak, sebaiknya Anda simak pembahasan mengenai penyakit miom berikut ini !

Apakah Miom Bisa Terjadi Pada Anak?

Bagi Anda yang sudah tau dan mengenal penyakit miom, tentu Anda akan merasa sedikit “geli” atau lucu ketika mendengar pertanyaan “apakah miom bisa terjadi pada anak atau tidak?”. Namun, tidak semua orang tau dan mengenal penyakit miom, sehingga wajar saja jika banyak pertanyaan yang muncul terkait penyakit miom tersebut, termasuk petanyaan mengenai apakah penyakit miom bisa menyerang anak atau tidak.

Baca Juga : Penyebab Nyeri Haid Yang Sangat Berlebihan

Miom adalah suatu penyakit berupa tumor yang tumbuh di dalam atau di sekitar uterus atau rahim, salah satu organ reroduksi pada wanita. Tumor miom ini bersifat jinak, dan tidak berisiko menjadi kanker. Miom dikenal juga dengan nama lain mioma uteri, leiomioma, atau uteri fibroid. Penyakit ini berasal dari sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal, di mana pertumbuhan tersebut akhirnya membentuk tumor jinak yang disebut miom.

Miom merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita. Pasalnya, miom menimbulkan gejala yang sangat mengganggu. Belum lagi, miom juga berisiko menyebabkan keguguran jika miom tersebut dialami saat hamil. Kemudian miom juga berisiko menyebabkan wanita sulit hamil jika saja miom tersebut tumbuh pada saluran leher rahim, tuba falopi atau dinding rahim. Karena itu, tidak heran jika miom sangat ditakuti oleh para wanita, meskipun memang penyakit ini tidak tergolong penyakit yang mematikan seperti halnya kanker.

Miom sangat sering ditemukan pada wanita. Bahkan juga dikatakan bahwa sebagian wanita pernah memiliki miom dalam hidupnya. Namun, penyakit ini sering kali tidak disadari kehadirannya oleh penderitanya. Sebab, terkadang penyakit miom memang tidak menimbulkan gejala yang berarti, dan biasanya baru akan diketahui ketika melakukan pemeriksaan rahim untuk hal lain. Akan tetapi tidak semua kasus miom tidak menimbulkan gejala. Bahkan seperti dikatakan sebelumnya bahwa gejala miom sangat mengganggu sekali. Hanya saja penyakit miom ini biasanya akan terasa gejalanya jika ukurannya sudah besar.

Baca Juga : Menstruasi Lebih Lama? Waspada Gejala Miom

Ukuran miom sendiri bisa berkisar antara 1 mm – 20 cm. Ketika ukurannya masih kecil, penyakit ini mungkin hanya menimbulkan gejala yang samar, sehingga sulit untuk disadari penderitanya. Namun, jika ukurannya sudah membesar, gejalanya mulai akan terasa dan sangat mengganggu. Dan miom bisa saja terus berkembang hingga ukurannya membesar, jika penderitanya kurang menjaga pola hidup sehat dan pola makan sehat. Sebab, ada beberapa makanan yang dilarang untuk penderita miom. Makanan-makanan tersebut bisa membuat miom terus berkembang dan bertambah parah. Oleh karena itu, penderita miom harus tahu makanan yang termasuk pantangan miom.

Sekitar 20% kasus miom terjadi pada wanita di usia reproduksi (usia subur), dan sekitar 40%-50% miom yang terjadi pada wanita usia >35 tahun tidak ada gejalanya. Usia subur wanita berkisar antara 15 – 49 tahun. Pada usia subur tersebut, wanita cenderung memproduksi hormon estrogen yang banyak. Sehingga, bahwa ahli kesehatan yang meyakini bahwa penyakit miom terjadi terkait dengan kadar hormon estrogen pada wanita yang meningkat pada usia subur. Hal itu karena miom memang banyak ditemukan pada wanita usia subur, serta miom cenderung akan menghilang dengan sendiri pada usia menopause, yang mana pada usia menopause tersebut kadar hormon estrogen wanita mengalami penurunan. Miom juga jarang ditemukan pada wanita usia menopause.

Dengan fakta tersebut, bisa disimpulkan bahwa miom sangat tidak mungkin terjadi pada anak yang masih di bawah usia reproduksi atau usia subur.

Baca Juga : Bahaya Miom Pada Ibu Hamil

Faktor yang Mempengaruhi Miom

Penyebab miom sebenarnya belum diketahui pasti. Namun beberapa faktor diyakini menjadi pemicu tumbuhnya miom pada rahim, diantaranya :

  • Hormon estrogen
  • Faktor keturunan, sekitar 2,5 kali seseorang lebih berisiko terkena miom.
  • Faktor usia, lebih sering terjadi pada wanita usia subur, yakni usia kisaran 15 – 49 tahun.
  • Menstruasi terlalu dini, berpotensi menyebabkan miom.
  • Bakteri dan jamur, bisa menginfeksi sistem reproduksi dan mengakibatkan pertumbuhan miom.
  • Stres, memicu pertumbuhan penyakit, termasuk miom.
  • Ketidakstabilan emosi, bisa menyebabkan stres, dan selanjutnya menyebabkan miom.
  • Menurunnya daya tahan tubuh, membuat penyakit mudah menyerang, termasuk miom.
  • Faktor obesitas, dapat meningkatkan produksi hormon estrogen, dan menyebabkan miom.
  • Makanan dan minuman yang tidak sehat.
  • Merokok.
  • Kurang olahraga.

Jadi, Apakah Miom Bisa Terjadi Pada Anak? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Semoga informasinya bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan. Jika Anda menderita miom, solusi untuk mengobatinya adalah Jelly Gamat Gold G, yang sudah TERBUKTI AMPUH mengobati miom tanpa operasi dan tanpa efek samping. Silahkan cek Legalitas Jelly Gamat Gold G !

Baca Juga : 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Hingga Mengakibatkan Perut Buncit

Posted by : Admin OBAT PENGHANCUR MIOM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *