Nama Lain Penyakit Miom Menurut Medis

Nama Lain Penyakit Miom Menurut Medis

Siapa yang tak mengenal penyakit miom? Hampir setiap wanita dewasa tentu mengenal penyakit miom. Tapi tahukah Anda bahwa kata “Miom” bukanlah nama asli dari penyakit tersebut, karena dalam dunia medis dikenal dengan nama lain. Lalu apa Nama Lain Penyakit Miom Menurut Medis? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak ulasannya berikut ini !

Nama Lain Penyakit Miom Menurut Medis

Miom memang merupakan salah satu penyakit yang sangat populer yang sering ditemukan pada wanita dewasa. Tapi dalam dunia medis, penyakit tersebut sebenarnya bukan bernama “miom”, melainkan “mioma uteri”. Ya, dalam dunia medis atau istilah kedokteran miom dikenal dengan nama mioma uteri. Miom adalah istilah yang sering digunakan masyarakat kita untuk kondisi medis yang disebut mioma uteri, atau nama lainnya adalah fibroid. Miom dalam dunia medis juga dikenal dengan nama leiomioma, yang artinya tumor jinak pada otot polos, yaitu otot-otot yang membentuk dinding rahim. Tidak hanya itu, banyak nama lainnya dari penyakit miom ini, seperti myom, mioma, tumor otot rahim atau tumor fibroid.

Baca Juga : Artis Indonesia Yang Pernah Menderita Miom

Miom bisa terjadi pada setiap wanita dewasa, namun umumnya penyakit ini sering ditemukan pada wanita usia reproduksi atau usia subur, yakni di bawah usia 50 tahun. Oleh karenanya para ahli mengaitkan penyakit miom ini dikaitkan dengan kadar estrogen yang meningkat di usia reproduksi tersebut. Sedangkan pada wanita usia 50 tahun ke atas atau fase usia menopause, jarang ditemukan miom. Di mana pada usia tersebut seorang wanita mengalami penurunan kadar estrogen.

Ukuran miom bisa bervariasi, mulai dari ukuran 1 mm hingga ukuran 20 cm. Di mana pada miom yang berukuran kecil, gejala yang ditimbulkannya sering kali samar-samar sehingga tidak disadari oleh pasiennya. Dan ketika ukuran miom tersebut semakin besar, maka gejala yang ditimbulkannya pun mulai dirasakan secara jelas, bahkan cenderung sangat mengganggu.

Tidak hanya itu saja, miom yang berukuran besar juga bisa membuat pasien mengalami keguguran jika miom terjadi saat hamil, atau penderita miom hamil. Hal itu dikarenakan ukuran miom yang membesar akan mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim. Dan bila kehamilan tersebut terus berlanjut, maka akibatnya janin dapat terdesak sampai plasenta previa (plasenta tumbuh di bawah rahim) dan pendarahan persalinan.

Selain itu, miom juga bisa menyebabkan kemandulan pada penderitanya, jika saja miom tersebut tumbuh di saluran leher rahim, karena miom dapat membuat leher rahim menjadi kecil sehingga bisa menghambat masuknya sperma ke rahim, yang akibatnya sulit terjadi pembuahan. Begitu juga jika miom tumbuh di dinding rahim. Hal itu bisa membuat penderitanya sulit hamil, karena miom tersebut akan menghambat “penanaman” atau implantasi sel telur yang telah dibuahi di sana.

Baca Juga : Manfaat Jambu Biji Untuk Miom

Meskipun miom merupakan tumor jinak alias non-kanker, yang berarti tidak mematikan. Namun, dengan risiko yang mengintainya berupa keguguran dan kemandulan, serta gejalanya yang juga sangat mengganggu, membuat penyakit miom banyak ditakuti dan diwaspadai oleh para wanita.

Sementara berikut ini adalah beberapa gejala penyakit miom yang biasa muncul, antara lain :

  • Merasakan nyeri saat berhubungan intim
  • Perut terasa penuh
  • Tekanan di bagian panggul
  • Perdarahan dalam jumlah banyak saat haid ataupun di luar haid
  • Anemia karena mengeluarkan banyak darah seperti disebutkan poin sebelumnya
  • Nyeri di pinggul dan perut
  • Sembelit
  • Keguguran ataupun sulit hamil

Mengenai penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab miom. Namun seperti telah dikatakan sebelumnya, bahwa para ahli mengaitkan penyakit miom dengan kadar estrogen yang meningkat pada wanita di usia reproduksi atau usia subur. Hal itu karena penyakit miom ini memang lebih sering ditemukan pada wanita usia tersebut, dan sangat jarang terjadi pada wanita usia menopause. Dan beberapa faktor berikut ini diyakini dapat memicu tumbuhnya miom, antara lain :

  • Riwayat miom dalam keluarga
  • Menstruasi pertama pada usia dini
  • Usia produktif
  • Kadar estrogen tidak normal
  • Makan lebih banyak daging merah daripada sayuran hijau, buah-buahan, dan produk susu
  • Minum alkohol (termasuk bir)
  • Wanita berkulit hitam

Itulah Nama Lain Penyakit Miom Menurut Medis. Kenali gejala-gejala penyakit miom yang sudah disampaikan di atas. Jika Anda mengalami hal serupa dengan gejala miom, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memeriksakannya. Miom yang terlambat ditangani bisa terus berkembang menjadi besar dan mengganggu serta menimbulkan risiko lainnya.

Baca Juga : Rahim Bengkak Apakah Ada Hubungan dengan Miom?

Rekomendasi Untuk Mengobati Miom

Untuk mengobati penyakit miom, ada rekomendasi terbaik untuk Anda, yaitu GOLD-G Bio Sea Cucumber atau Jelly Gamat Gold G, obat herbal penyakit miom yang efektif dan aman mengobati miom tanpa operasi dan tanpa efek samping yang membahayakan. Jelly Gamat Gold G bahkan sudah terbukti khasiatnya dalam mengobati penyakit miom, sudah ada banyak testimoni dari konsumen. Selain itu, Jelly Gamat Gold G juga sudah terdaftar di BPOM RI dan memiliki sertifikasi HALAL. Jadi, tidak perlu Anda ragukan kualitasnya.

Apa Keunggulan Jelly Gamat Gold G?

Jelly Gamat Gold G terbuat dari 100% Bahan Herbal Alami dari Teripang Emas (Teripang Jenis Golden Stichoupus Variegatus). BIOGENE R & D SDN BHD (Malaysia) selaku produsen Jelly Gamat Gold G telah menggunakan teknologi modern berstandar GMP (Good Manufacturing Practice), standarisasi yang harus dipenuhi setiap industri obat-obatan.

Fakta Ilmiah Teripang Emas Menurut Ahli Kesehatan

Salah satu Ahli Kesehatan telah meneliti Teripang Emas, yaitu Tong Y, dkk, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, China. Tong mengisolasi Saponin Sulfat dari Teripang Emas yang disebut Filinopsida A, dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter Filinopsida A pada aorta tikus, sanggup mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru (angiogenesis) pada sel tumor. Akibatnya, sel tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang dan akhirnya mati. Hasil itu membuktikan bahwa Filinopsida A pada Teripang Emas berpotensi sebagai anti-tumor.

Baca Juga : Manfaat Bayam Untuk Tahan Lama Bersetubuh

Penelitian Tong Y kembali disempurnakan oleh AM Popov, seorang peneliti dari Institut Pasifik untuk Kimia Bioorganik Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Menurutnya, Teripang Emas memiliki efek sitotoksik alias pembunuh sel tumor berkat kandungan aktif yang dimilikinya, yakni Glikosida dan Filinopsida A. Glikosida merupakan senyawa alami yang bersifat anti-tumor. Sementara kandungan Filinopsida A dalam Teripang Emas ampuh untuk menekan pertumbuhan sel tumor dan mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru. Akibatnya sel tumor gagal berkembang dan mati akibat tak mendapatkan pasokan nutrisi.

Dengan khasiat Teripang Emas tersebut, maka tidak heran jika Jelly Gamat Gold G menjadi salah satu obat miom yang sudah terbukti ampuh tanpa operasi. Jelly Gamat Gold G juga aman dikonsumsi semua kalangan usia, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Aturan Minum :

3 kali sehari. Sekali minumnya 2 sendok makan. Bisa diminum sebelum makan dan bisa juga sesudah makan.

Baca Juga : Khasiat Jelly Gamat Gold G

Jika anda ingin berkonsultasi dengan Kami silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 223 557 127

SMS/WA/Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT PENGHANCUR MIOM

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *